Terpantik Nurani, Mantan Walikota Metro Pimpin Misi Kemanusiaan Korban Bencana Sumatera

0
309
dr. Wahdi saat memasukan bahan pangan dan obat-obatan ke kendaraan yang berangkat menuju lokasi bencana di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dok. Jejamo.com

Jejamo.com, Kota Metro – Mantan Wali Kota Metro, dr. Wahdi, memimpin keberangkatan relawan dan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

Pelepasan rombongan berlangsung di Gedung A RSIA AMC Kota Metro, Jumat (12/12/2025), dengan sasaran penyaluran bantuan ke Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Akses kesehatan dan pemulihan psikologis yang belum tertangani secara optimal menjadi dorongan utama bagi Wahdi untuk terjun langsung dalam misi kemanusiaan tersebut. Ia menilai kebutuhan warga terdampak bukan hanya pada bantuan fisik, melainkan juga dukungan mental pasca-bencana.

“Kita tidak bisa membiarkan saudara-saudara kita menghadapi musibah sendirian. Ada ibu, ada anak, ada keluarga yang sedang berusaha bertahan. Itu yang membuat kami harus segera bergerak,” ujar Wahdi.

Dalam keberangkatan itu, tim membawa sejumlah kebutuhan mendesak meliputi obat-obatan esensial, tenaga medis, bahan pangan, serta dana amanah dari para donatur.

Wahdi menegaskan prioritas bantuan akan difokuskan pada kelompok rentan, terutama ibu dan anak, yang menurutnya paling merasakan dampak psikologis bencana.

“Fokus kami tetap pada ibu dan anak. Mereka yang paling merasakan guncangan ketika bencana datang,” katanya.

Selain bantuan medis dan pangan, tim juga menyiapkan program trauma healing. Wahdi menilai bencana tidak hanya memicu kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka emosional pada penyintas.

“Kami ingin hadir tidak hanya membawa obat, tetapi juga membawa keteduhan,” ujarnya.

Sebelum keberangkatan, tim melakukan koordinasi intensif dengan jaringan relawan di tiga daerah sasaran.
Pemetaan kebutuhan dan jalur distribusi dilakukan untuk memastikan efektivitas penyaluran bantuan.

“Relawan di lapangan sudah kami hubungi satu per satu. Kita bergerak bersama, tidak ada yang bekerja sendiri,” jelas Wahdi.

Rombongan berangkat menggunakan ambulans melalui jalur darat yang sebagian mengalami kerusakan akibat banjir.
Meski perjalanan diperkirakan cukup berat, Wahdi menegaskan bahwa motivasi kemanusiaan menjadi dorongan utama misi tersebut.

“Yang harus dijaga bukan hanya kesehatan, tetapi juga ketulusan niat. Perjalanan ini jauh, tapi insya Allah bermanfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Keberangkatan Wahdi dan relawan mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka berharap langkah tersebut menjadi pemicu bagi pihak terkait untuk meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan penyintas bencana.

“Jika pihak terkait punya sedikit kepedulian, kami yakin persoalan ketercukupan pangan, obat, dan sandang korban bencana Sumatera dapat segera terselesaikan,” ujar Lisma, salah satu keluarga relawan.