HomeNusantaraKabut Asap Telah Sampai di Thailand, Tekanan Kepada Indonesia Kian Meluas

Kabut Asap Telah Sampai di Thailand, Tekanan Kepada Indonesia Kian Meluas

cn

Kabut Asap Telah mencapai Thailand Bagian Selatan yang Berbatasan Langsung dengan Malaysia | CNN Indonesia

Jakarta, Jejamo.com – Polusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia telah mencapai  Thailand. Kondisi ini menyebabkan Indonesia kian mendapat tekanan dari negara-negara di Asia Tenggara. Sementara pemerintah Indonesia masih belum memberikan keterangan untuk menerima atau menolak tawaran bantuan, baik dari Malaysia maupun dari Singapura.

 

Menurut pejabat lingkungan Thailand, level polusi dari Indonesia telah meningkat tajam di selatan Negeri Gajah Putih itu, dekat perbatasan dengan Malaysia. Otoritas kesehatan Thailand juga telah membuka hotline demi memberi saran dan menyebarkan masker kepada warga, demikian laporan CNN Indonesia, Rabu, 7/10/2015.

 

Tekanan dari Malaysia datang dari Perdana Mentri  Najib Razak yang  meminta Indonesia menindak tegas para pembakar hutan dan menyebabkan kabut asap di langit Asia Tenggara.

 

“Jika ini dilakukan oleh warga atau perusahaan perkebunan, Indonesia harus mengambil tindakan tegas terhadap para pelakunya,” seru Najib pada akun Twitter resminya.

 

Asap yang terus menebal telah membuat sekolah-sekolah di Malaysia dan Singapura ditutup, perhelatan olahraga dibatalkan, serta meresahkan agen pariwisata. Otoritas kesehatan di seluruh wilayah terdampak asap telah mengingatkan warga agar tak berolahraga di tengah kepungan asap.

 

Gelombang panas El Nino kian menambah buruk persoalan ini, dengan angin kering yang dibawanya.Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah Indonesia selalu berjanji menghentikan bencana tahunan ini, namun belum ada langkah pasti dalam mengatasinya.

 

Pekan lalu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengatakan, musim hujan di awal November mendatang diharapkan akan membantu memadamkan api. Namun kondisi kabut asap kini menjadi kian parah pada sejumlah daerah di Indonesia sendiri.

 

Indonesia mengklaim 200 perusahaan, mayoritas dari Asia Tenggara, tengah diinvestigasi atas tuduhan penyebab kebakaran. Kepolisian juga menyebut satu perusahaan dari Australia, operator perkebunan kelapa sawit PT Kayung Agro Lestari, dan satu perusahaan dari China termasuk dalam daftar itu.(*)

FOLLOW US ON:
Kerap Dimarahi, Seor
30 Tahun Berlalu, Ch
Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.