Jejamo.com, Kota Metro — Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi nasional secara daring bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (26/5/2025). Rapat ini merupakan agenda rutin mingguan Pemerintah Pusat dengan pemerintah daerah untuk memantau dan mengendalikan inflasi.
Dalam arahannya, Mendagri menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga dan menjalankan program prioritas nasional, termasuk pembentukan Koperasi Merah Putih sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

“Koperasi Merah Putih harus menjadi kekuatan ekonomi baru yang efisien, mandiri, dan mampu memberdayakan masyarakat. Ini bukan sekadar formalitas administratif,” ujar Tito. Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi aktif di seluruh Indonesia guna memperkuat ekonomi komunitas dan menyederhanakan rantai distribusi bahan pokok.
Kepala Bappenas, Prof. Rachmat Pambudy, memaparkan kondisi ekonomi nasional per April 2025. Ia menyebut sektor makanan, minuman, dan jasa perawatan pribadi sebagai penyumbang utama inflasi. Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2025 tercatat 4,87%, masih jauh dari target nasional 8%.
Rachmat juga menyoroti perbedaan pertumbuhan antarwilayah. Provinsi Maluku Utara mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 34%, sementara Papua Tengah terkontraksi hingga -25,53%, dan NTB minus 1,47%.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, melaporkan bahwa tingkat inflasi nasional (year-on-year) per April 2025 sebesar 1,56%. Angka ini lebih rendah dari 2022, namun sedikit lebih tinggi dibanding 2023 dan 2024. Komoditas utama penyumbang inflasi saat ini adalah bawang merah, cabai rawit, dan cabai merah.
Lima provinsi yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) adalah Papua Tengah, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. (*) (Advertorial)
