
Jejamo.com, Tulangbawang – Duka akibat sulitnya perekonomian yang disebabkan pandemi corona belum usai,
Kini sekitar 100-an rumah dan pondok pesantren hancur tersapu tornado kala warga tengah menjalankan puasa dan menyambut idul Fitri.
Ganasnya angin puting beliung menghancurkan ratusan rumah tempat tinggal warga di beberapa kampung yang ada di Kecamatan Banjaragung dan Kecamatan Banjarmargo, Kabupaten Tulangbawang pada Rabu (20/5/2020).
Rilis ACT Lampung menyebutkan, tarian dan tiupan maut tornado terjadi sekitar pukul 14.20 WIB.
Selain meluluhlantakkan bangunan tempat tinggal, puting beliung juga merenggut nyawa dua orang warga.
Salah satunya warga Kampung Tri Tunggal Jaya, Kecamatan Banjar Agung, akibat tertimpa pohon jengkol saat sedang masak di dalam rumahnya.
Data sementara, rumah rusak di Kampung Tri Tunggal Jaya sebanyak 50 unit. Rumah rusak berat sekitar 20 unit, sisanya rusak ringan.
Sedangkan di Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya ada sebanyak 40 rumah.
Menanggapi kejadian tersebut Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni menegaskan tim Emergency Respons akan berangkat ke lokasi kejadian untuk penilaian dan membawa bantuan bahan pokok dan masker.
Rencananya tim berangkat Kamis pagi (21/5). Untuk saat ini tim sedang berkoordinasi dengan relawan setempat mengenai titik-titik yang akan dikunjungi.
Menurut Dian, duka warga terdampak Puting Beliung sangat berat karena bertepatan dengan dampak pandemi covid-19 dan menjelang Idul Fitri.
Harapannya semua pihak bisa turut membersamai warga terdampak dengan menyalurkan bantuan terbaik.
“Besok pagi ada tim yang meluncur ke lokasi kejadian puting beliung. Tentu kami berkoordinasi dengan relawan setempat dan dermawan yang akan menitipkan bantuan, semoga warga terdampak tetap tegar menghadapi kejadian tersebut,” tutupnya. [Hermawan Wahyu Saputra]
