TNI Masuk 12 Besar Angkatan Militer Terbaik Di Dunia

0
52
CNN
Anggota TNI Yang Sedang Berlatih | CNN Indonesia

Jakarta, Jejamo.com – Lembaga sigi militer Global Firepower merilis 20 negara pemilik angkatan militer terbaik di dunia. Dari 126 negara anggota Global Firepower, Indonesia masuk urutan 12 terbaik, sedangkan Amerika Serikat menduduki peringkat pertama disusul Rusia, dan Cina.

Peringkat tersebut ialah Amerika Serikat, Rusia, Cina, India, Inggris, Prancis, Korea Selatan, Jerman, Jepang, Turki, Israel, Indonesia, Australia, Kanada, Taiwan, Italia, Pakistan, Mesir, Polandia, dan Thailand.

Anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat Syaifullah Tamliha mengaku bangga dengan prestasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang menduduki peringkat 12 dunia. Seperti dirilis dari Tempo.co, Tamliha memuji kehandalan pasukan TNI yang mampu mengalahkan angkatan militer Australia dan Kanada, meski alat utama sistem persenjataan (Alutsista) masih minim.

“Kalau begitu, saya bangga sebagai orang Indonesia, meskipun standar alutsista kita belum mencukupi dan anggarannya terbatas,” kata Tamliha, di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu, 16/9/2015.

Tamliha menilai TNI diuntungkan dengan kondisi geografis, stabilitas keamanan, dan banyaknya jumlah pasukan yang tersebar di Tanah Air. Bahkan, tentara Angkatan Darat diminta membantu tugas di luar militer, seperti pendampingan di desa, dan penjagaan menjelang pemilu kepala daerah.

Ironisnya, kata Tamliha, TNI belum mencapai standar Minimum Essential Force 2009-2014. Anggaran Kementerian Pertahanan 2015 hanya Rp 95 triliun, dengan alokasi untuk TNI sebesar Rp 79 triliun. MInimnya Anggaran ini membuat TNI harus menunggak pembelian tiga buah kapal selam dari Korea Selatan dan pesawat Sukhoi.

Global Firepower menggunakan 50 kriteria penilaian seperti jumlah personil, Alutsista di tiga matra, anggaran, infrastruktur, dan cadangan energi dalam menentukan peringkat militer suatu negara. Namun mereka tidak menghitung kepemilikan dan kemampuan nuklir negara.

Mereka justru mempertimbangkan kondisi geografis, politik dan ekonomi negara bersangkutan. Selain itu, kemampuan tempur pasukan darat dan laut turut diperhitungkan meski negara tersebut tak memiliki wilayah laut.(*)