
Jejamo.com Bandar Lampung – Wali Kota Herman HN mengaku pihaknya tidak akan memaksakan Kota Bandar Lampung untuk meraih predikat kota terbersih pada ajang penghargaan Adipura tahun 2016 ini.
Menurut Herman, meski dinas kebersihan kota Bandar Lampung telah diberi anggaran hingga Rp 13 milyar untuk mengelola kebersihan, namun hal itu tidak akan menjadi acuan pihak Pemkot untuk meraih Adipura.
“Saya tidak akan mengejar-ngejar Adipura, tapi bila dinilai nilai bagus terus dikasih Adipura kita mau, yang penting penilaiannya objektif aja,” kata Wali Kota Herman HN di lingkungan DPRD Kota Bandar Lampung, Kamis, 18/6/2016.
Herman HN menjelaskan, ditahun 2009 lalu Kota Bandar Lampung telah mendapatkan Piala Adipura namun di tahun 2011 penilaian Pemerintah Pusat justru sebaliknya. Kota Tapis Berseri dijuluki kota terkotor. Hal itu sempat membuat pihak pemkot geram.
“Maka saya bilang, mulai tahun 2011 Kota Balam jangan dinilai-nilai lagi dari pada bikin sakit hati. Di zaman kepemimpinan Edi sutrisno saja mendapatkan Piala Adipura, masa saya sudah bersih-bersih malah dibilang Balam kota terkotor. Jadi bukanya kotanya yang terkotor, tapi mereka otaknya yang kotor,”papar Herman HN.(*)
Laporan Sugiono, wartawan jejamo.com
