Perjuangan Heroik Relawan Evakuasi Pendaki Brasil di Gunung Rinjani

0
476

Jejamo|NTB – Proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, oleh tim relawan menyita perhatian publik. Misi ini tergolong salah satu yang paling ekstrem karena lokasi jatuhnya korban berada di lereng curam Gunung Rinjani Lombok Nusantara Barat, dengan medan berbatu dan tebing nyaris vertikal.

Tim relawan yang turun langsung harus menghadapi tantangan berat, bahkan bermalam di pinggir jurang demi menjaga jenazah Juliana hingga tim pengangkat tiba. Kondisi tebing yang mereka tempati sangat curam, dengan bebatuan tidak stabil. Meski demikian, empat relawan tetap bertahan, menunggu bantuan untuk mengangkat jasad dari ketinggian.

“Setelah memastikan korban telah meninggal, tim gabungan relawan menjaga jenazah dan bermalam di tebing vertikal curam dengan batuan labil, berjarak 3 meter dari korban, sambil menunggu tim lain untuk evakuasi,” tulis akun Tyo Survival.

Proses evakuasi yang memakan waktu berhari-hari memaksa relawan membangun flying camp di tebing selama beberapa hari. Setelah menemukan jenazah, mereka memutuskan untuk tetap bermalam di lokasi guna menghindari potensi bahaya. Mereka tidur hanya 3 meter dari jenazah, di tebing yang rawan longsor, dengan mengandalkan peralatan pengaman untuk mencegah terjatuh saat tertidur.

Aksi heroik tim relawan Indonesia ini mendapat apresiasi luas, termasuk dari warganet internasional, khususnya Brasil. Jenazah Juliana Marins akhirnya berhasil dievakuasi pada Rabu siang dan dibawa ke Bali untuk autopsi.(*)