Pemkot dan TP PKK Metro Komitmen Wujudkan Kemandirian Pangan

0
19

Jejamo.com, Kota Metro – Pemerintah Kota Metro bersama Tim Penggerak PKK menggelar Jambore Kader PKK di Gedung Sessat Agung Bumi Sai Wawai, Rabu (29/10).

Jambore ini dilaksanakan untuk memperkuat semangat pengabdian, kreativitas, serta kolaborasi kader PKK dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan keluarga.

Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso menyampaikan apresiasi atas peran aktif para kader PKK yang telah menjadi ujung tombak penggerak kesejahteraan keluarga di Bumi Sai Wawai.

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus TP-PKK Kota, Kecamatan, dan Kelurahan, serta kader yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan Jambore ini,” ujarnya.

Dia menilai, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan wadah untuk menampilkan hasil nyata kerja kader PKK dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendukung program kemandirian pangan di Kota Metro.

Bambang mengungkapkan stand dari lima kecamatan yang menampilkan produk unggulan dari hasil pertanian rumah tangga, serta inovasi pangan lokal yang digerakkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) binaan PKK sudah menunjukkan komitmen serta bukti nyata bahwa kader PKK punya peran luar biasa dalam membangun kemandirian pangan.

“Semangat yang ditunjukkan kader PKK, juga sejalan dengan Asta Cita Presiden yang menekankan pentingnya ketahanan pangan sebagai pondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Konsep kemandirian pangan ini bukan hanya program, tapi cita-cita besar bangsa. Metro siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini,” tegasnya.

Dia menjelaskan, kedepan Pemkot Metro berencana jalin kerjasama lintas lembaga, termasuk dengan Kejaksaan Negeri Metro untuk mendukung gerakan tanam perdana serentak sebagai wujud nyata implementasi ketahanan pangan daerah yang akan dilaksanakan pada bulan November 2025.

“Awal November nanti akan dilakukan tanam perdana di Kecamatan Metro Selatan bersama Kajati dan jajaran dari Jakarta. Ini langkah konkret mendukung kebijakan nasional,” paparnya.

Meskipun Kota Metro memiliki wilayah terbatas, namun upaya intensifikasi lahan dan pemanfaatan pekarangan mampu menjadi solusi untuk menjaga kemandirian pangan keluarga.

“Lahan kita kecil, tapi dengan intensifikasi dan kreativitas kader PKK, masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Metro juga mengapresiasi kreativitas para kader PKK yang memanfaatkan hasil kebun dan pertanian rumah tangga sebagai dekorasi dan bahan pameran.

“Tadi kita lihat, hiasan di panggung bukan sekadar dekorasi. Ada timun, tomat, jeruk, pisang yang semua hasil dari urban farming ibu-ibu PKK. Ini contoh nyata bagaimana kreativitas bisa mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang, dalam sambutannya menegaskan, Jambore Kader merupakan ajang pembinaan dan peningkatan kapasitas kader dalam menjalankan 10 Program Pokok PKK.

“Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan tahunan, tetapi wadah pembelajaran bersama agar kader semakin tangguh, kreatif, dan berdaya guna bagi masyarakat,” katanya.

Ia mengajak seluruh kader menjadi agen perubahan (agent of change) yang mampu menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan sehat dan berkelanjutan, dimana kemandirian pangan dapat dimulai dari rumah.

“Dari halaman kecil yang ditanami sayur mayur, dari dapur yang mengolah hasil bumi lokal, dan dari tangan ibu yang penuh kasih,” jelasnya.

Dia menambahkan, tema jambore ini yaitu bersama PKK, bersama kita wujudkan kemandirian pangan berkelanjutan juga menjadi pengingat bahwa pangan bukan sekadar kebutuhan, melainkan simbol kemandirian dan kekuatan keluarga.

“PKK adalah gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat. Kader PKK adalah pilar yang menjaga kesejahteraan keluarga dan mendorong perubahan positif di lingkungan,” tandasnya. (ADV)