
Jejamo.com, Bandar Lampung – Pawai Simpatik Pelajar Islam Sambut Ramadan (Passir) yang diselenggarakan Forum Kerja Sama Pelajar Muslim (Forkapmi) dan Forum Kerja Sama Alumni Rohis (FKAR) Bandar Lampung di bundaran Tugu Adipura siang tadi berhasil memantik semangat dan tekad empat pelajar kelas VIII SMP Al-Azhar 3 Bandar Lampung, Jumat, 4/5/2018.
Ganjar, Rifki, Adit, dan Shandy memiliki tekad kuat tidak ingin gagal lagi untuk menghatamkan Alquran dan puasa penuh 30 hari. Adit yang paling bersemangat ketika menjawab pertanyaan, mengaku jika dirinya tidak penuh puasa tahun lalu disebabkan opname karena DBD. Tahun ini, Adit tidak ingin gagal lagi.
“Iya, aku tahun lalu itu diopname karena DBD. Tahun ini harus puasa terus, tadarusan juga 30 juz,” ujarnya.
Sementara itu, Shandy, Rifki, dan Ganjar tampak agak malu-malu mengakui jika mereka pada Ramadan lalu sempat pecah berpuasa karena tak kuat menahan haus.
Meski begitu, ketiganya mengaku sudah tak takut lagi kehausan dan siap menahan karena sudah diberitahu bahwa puasa adalah ibadah yang mampu melipatgandakan pahala.
“Waktu itu sih sempet pecah, hehehehe, tapi kata Kak Alfi tutor Rohis kami harus kuat karena puasa itu pahalanya berlipat-lipat,” ujar ketiganya.
Pawai Simpatik Pelajar Islam Sambut Ramadhan (Passir) dilaksanakan setelah salat Jumat dan dimulai dari halaman Masjid Taqwa serta berakhir di bundaran Tugu Adipura.
Berdasarkan keterangan penyelenggara, setidaknya 1.500 pelajar dari berbagai tingkatan mulai dari SMP hingga SMA se-Bandar Lampung turut memeriahkan acara yang digagas FKAR dan Forkapmi tersebut.(*)
Laporan Esha Enanda, Wartawan Jejamo.com
