Nikmatnya Bebek “Asap” Bulungan Gardenia

0
671
Hidangan Bebek Bulungan khas Gardenia Resto TMII, Kota Metro . | Ist.

Jejamo.com, Kota Metro – Seporsi Bebek Bulungan tiba terhidang dalam balutan daun pisang. Sekilas tampak seperti nasi bakar, dengan lipatan rapi dan hangat menggoda. Begitu dibuka, bukan nasi yang mengepul, melainkan setengah ekor bebek muda, terselimuti hijau dedaunan pekat bumbu.

Suapan pertama langsung menghadirkan aroma asap yang samar tapi tajam, seolah keluar dari sela bumbu bercampur aneka daun yang dimasak bersama daging bebek muda. Gurihnya menyeruak pelan, menyatu dengan rempah nan wangi. Bukan hidangan bebek biasa, dan jelas bukan bebek yang umum dijumpai di warung tenda pinggir jalan. Inilah Bebek Bulungan, racikan khas dari dapur Gardenia Resto TMII, Kota Metro.

Namanya memang mirip sebuah kawasan elite di Jakarta Selatan, tapi tak ada kaitan sedikit pun dengan Blok M atau Jalan Bulungan yang kerap macet itu. Bebek Bulungan ala Gardenia justru memikat dari kesederhanaan bentuk, tapi rumit di lidah. Setengah ekor bebek muda, empuk, dan tanpa aroma amis, dibalut bumbu pekat yang dicampur daun singkong dan daun tangkil—mirip bumbu nasi bakar, lalu dibungkus dan dimasak perlahan hingga bumbu meresap sampai ke tulang.

Yang membedakan sajian ini dari kuliner bebek lain adalah karakter smoky-nya yang kuat. Asapnya bukan sekadar efek panggangan, melainkan bagian dari rasa. Kompleks, tapi tetap nyaman di lidah. Disajikan bersama sambal bawang goreng dan lalapan segar dan rebus: dari jengkol muda, janten, terong lalap, kecipir renyah, daun singkong, hingga irisan mentimun yang segar.

Tak ada jejak Bulungan Jakarta. Nama bulungan diambil dari kosakata Lampung yang memiliki arti daun-daunan. Bebek Bulungan di Gardenia Resto bukan sekadar makanan, tapi pengalaman. Patut dicoba. (*)