
Jejamo.com, Bandar Lampung – Tepat pada tanggal 9 April merupakan hari lahirnya Mitra Bentala.
Hari ini telah berusia 25 tahun sejak berdiri pada tanggal 9 April 1995. Selama usia tersebut telah banyak yang dilakukan terkait mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Mitra Bentala Mashabi dalam rilisnya mengatakan, sebagai lembaga yang peduli terhadap persoalan masyarakat dan lingkungan terutama di wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil, masih banyak yang harus dibenahi baik oleh pemerintah maupun kesadaran masyarakat.
Terlebih lagi sorotan terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir dan penegakan hukum bagi pigak-pihak perusak di wilayah pesisir yang kurang tegas untuk ditegakkan.
“Masih ingat kasus terakhir yang menjadi perhatian bagi semua pihak,. masih maraknya penambangan pasir di beberapa pesisir di Lampung,” kata Mashabi.
Padahal jelas di dalam Perda Pesisir maupun Perda Zonasi Pesisir Lampung terkait hal tersebut tidak diperbolehkan.
Tetapi kenyataannya masih berjalan, dan bahkan kasus terakhir terjadi penangkapan nelayan untuk kasus tersebut.
Hal lain yang menjadi sorotan Mitra Bentala adalah masih semerautnya penataan wilayah pesisir, rusaknya ekosistem laut karena sampah, masih maraknya penangkapan ikan dengan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan seperti pukat harimau, pengeboman, potasium di beberapa wilayah seperti di Lampung Timur.
Pada tahun ini untuk ulang tahun ke-25 Mitra Bentala, selain doa bersama dalam situasi dan kondisi untuk penanganan penyebaran virus corona,
Mashabi mengatakan, Mitra Bentala membagikan ratusan masker kepada masyarakat sekitar di wilayah kerja Mitra Bentala di Kelurahan Sumberejo Sejahterah Kecamatan Kemiling Bandar Lampung.
“Semoga sedikit kontribusi Mitra Bentala tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk menghentikan penyebaran virus corona,” kata Mashabi.
