
Jejamo.com, Bandar Lampung – Lampung menjadi salah satu provinsi dari 12 daerah di Tanah Air yang diproyeksikan Kementerian Pertanian sebagai tumpuan produksi beras nasional pada tahun ini.
Adapun target produksi beras yang dicanangkan untuk Lampung yaitu sebesar 1,5 juta ton.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IV DPR asal Lampung yang menangani sektor pertanian, Sudin, mengatakan, kebijakan itu menunjukkan bahwa Sai Bumi Ruwa Jurai punya potensi yang besar.
Selain sumber daya alam (SDA) berlimpah, kata Sudin, SDM petani di Lampung juga dinilai mumpuni dalam hal memproduksi kebutuhan pangan tersebut.
“Ini menunjukkan Lampung adalah salah satu daerah lumbung pangan, termasuk beras. Saya yakin target 1,5 juta ton produksi beras di Lampung ini bisa terealisasi,” kata Sudin dalam siaran persnya, Jumat (15/2/2019)
Sikap optimistis Sudin bukan tanpa alasan. Ia menyebut sejumlah wilayah di Lampung punya potensi besar dalam hal produksi beras.
Sebut saja di antaranya Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Selatan, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran.
Sudin menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung periode Januari-September 2018, luas panen padi di Lampung yakni 336,69 ribu hektar.
Sedangkan produksi padi di Lampung pada periode tersebut sebesar 1,64 juta ton gabah kering giling (GKG).
Dari data BPS itu, lanjut Sudin, setidaknya ada lima kabupaten dengan produksi padi tertinggi, yaitu Lampung Tengah sebesar 454,64 ribu ton.
Kemudian, Lampung Timur (397,81 ribu ton), Lampung Selatan (244,94 ribu ton), Tanggamus (132,81 ribu ton) dan Pringsewu (125,90 ribu ton).
“Mudah-mudahan produksi padi untuk tahun ini akan terus meningkat sehingga jika dikonversikan menjadi beras itu bisa tercapai 1,5 juta ton,” ujarnya.
Sudin menambahkan untuk mewujudkan target 1,5 juta ton tersebut semua pihak harus bisa bersinergi dan bersama-sama membantu petani dalam meningkatkan produksinya.

Sudin mengatakan selalu berupaya memperjuangkan agar petani di Lampung bisa mendapat kemudahan dalam mengggarap lahan tanamannya.
“Kita akan bantu terus petani supaya hasil produksinya meningkat. Saya akan perjuangkan agar bantuan seperti alat mesin pertanian, maupun sarana prasarana pertanian lainnya dari pemerintah pusat, bisa maksimal didapat para petani di Lampung,” ujarnya.
Sudin yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung ini menegaskan, petani sebagai ujung tombak dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat mesti diberikan perhatian khusus.
“Jadi kami mendorongnya secara relevan. Artinya, secara infrastruktur, petani diberikan kemudahan sehingga hasil produksi pangan berlimpah dan target tercapai. Kemudian, hidup petani juga bisa lebih sejahtera. Itu yang harus sama-sama kita perjuangkan,” kata Sudin.
Secara khusus, Sudin juga menyampaikan apresiasi terhadap besarnya perhatian pemerintah di bawah Presiden Joko Widodo yang selama ini sudah sangat fokus untuk Lampung.
“Pemerintah di bawah Presiden Jokowi selama ini sangat fokus untuk Lampung. Tentu kita bersyukur dan sangat mengapresiasi perhatian dari pemerintah,” ujarnya. []
