Dosen Itera Lulusan SMAN 2 Bandar Lampung Reza Kahar Aziz, Papernya Terbaik Se-Asia

0
136
Dosen Itera Muhammad Reza Kahar Aziz. | Facebook
Dosen Itera Muhammad Reza Kahar Aziz. | Facebook
Dosen Itera Muhammad Reza Kahar Aziz. | Facebook

Berita Bandar Lampung, Jejamo.com – Dosen Institut Teknologi Sumatera yang juga alumnus SMAN 2 Bandar Lampung Muhammad Reza Kahar Aziz menerima penghargaan sebagai paper terbaik di Asia Modelling Symposium 2015 pada September lalu.

Kepada jejamo.com beberapa hari lalu, mahasiswa program doktor School of Information Science, Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) ini mengatakan, paper konferensi ini dipresentasikannya pada Laboratorium Teori Informasi dan Pengolahan Sinyal, School of Information Science, JAIST.

“Alhamdulillah paper saya terpilih mendapatkan penghargaan Paper Terbaik pada Asia Modelling Symposium (AMS) 2015.  Konferensi sendiri diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia, 7–9 September 2015,” ujarnya.

Alumnus ITB ini menambahkan, paper yang diajukan pada konferensi ini lebih dari 20 negara dan setelah proses review yang teliti, hanya 27 yang diterima untuk presentasi dan dimuat pada IEEE eXplor. “Dari 27 paper, hanya satu yang dipilih sebagai paper terbaik berdasarkan skor dari empat reviewer,” ujarnya.

Konferensi AMS 2015, kata Reza, meliputi wawasan baru hingga inovasi terakhir dalam matematika dan pemodelan analisis dan simulasi komputer dari beragam spot sains, engineering, dan teknologi yang difokuskan pada sistem inteligensi serta algoritma dan teknik inovasi.

“Konferensi ini disponsori Asia Modelling and Simulation Section of the UK Simulation Society, IEEE UK & RI Computer Chapter, IEEE Malaysia Section, European Simulation Council (EUROSIM), European Council for Modelling and Simulation (ECMS), dan beberapa universitas di Malaysia and Inggris,” ujar putra mantan Pembantu Rektor III Universitas Lampung Sulton Djasmi ini.

Menurut Reza, paper bikinananya ini mengusulkan teknik gabungan received signal strength (RSS)-based Voronoi and Factor Graph (RVFG) for wireless geolocation technique. RSS-based Voronoi (RV) geolocation technique digunakan untuk memilih empat monitoring spot yang sesuai untuk RSS-based factor graph (RFG).

RV technique juga digunakan untuk menyediakan titik awal bagi teknik RFG. “Kami memodifikasi algoritma geolokasi Voronoi sehingga dapat digunakan di fusion center. Kinerja teknik yang diusulkan dibandingkan dengan teknik konvensional Vornoi dalam root mean square (RMSE). Hasilnya menunjukkan, keakuratan teknik yang diusulkan labih baik dari pada teknik konvensional RV,” ujarnya.

Reza mengaku bahagia dan bersyukur papernya menjadi yang terbaik. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Prof Yuto Lim dan Prof Tad Matsumoto sebagai penulis kedua dan ketiga yang telah menstimulasi saya, menginisiasi ide, memberikan bimbingan, dan juga memeriksa manuskrip sehingga berkualitas tinggi. Saya yakin, skor paper tersebut sangat tinggi karena usaha mereka yang begitu besar untuk memperbaiki kualitas penulisan paper tersebut,” pungkasnya.

Hasil penelitian dalam wireless geolocation dengan menggunakan faktor graph ini terus dikembangkan dan akan dites di lapangan dengan oleh Koden Electronics Co., Ltd., di mana tujuan penelitian ini adalah untuk kegiatan Olimipade Tokyo tahun 2020.(*)

Jejamo.com, Portal Berita Lampung Terbaru Terpercaya