Jejamo.com, Kota Metro – Pemerintah Kota Metro menggelar Pasar Tani Metro Bahagia di Lapangan Rejomulyo, Jumat (17/10). Pasar dadakan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi lokal.
Ketua TP PKK Kota Metro, Eni Sumiyati Bambang menjelaskan, Pasar Tani Metro Bahagia tidak hanya menghadirkan transaksi antara petani dan konsumen, tetapi juga menjadi ajang pelayanan publik terpadu yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Sejumlah stan layanan pemerintah turut hadir, mulai dari pelayanan kesehatan, perizinan, kependudukan dan catatan sipil, posyandu hewan keliling, perpustakaan keliling, pembayaran pajak, hingga kegiatan donor darah, ini merupakan upaya jemput bola dalam pelayanan,” katanya.
Dikatakannya, TP PKK Metro juga berkolaborasi dengan DKP3 Bidang Ketahanan Pangan dalam kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) bertajuk Gencar Pangan Lokal.
“Gerakan ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar semakin mencintai, mengonsumsi, dan mengolah pangan lokal yang melimpah di sekitar, seperti ubi-ubian, singkong, dan talas yang kaya akan nilai gizi,” ucap dia.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Metro, Kusbani menuturkan, kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM lokal.
Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan dukungan terhadap program-program pemerintah dalam menjaga ketahanan ekonomi daerah.
“Acara ini turut diramaikan oleh partisipasi anak-anak disabilitas serta pembagian bibit hortikultura gratis untuk masyarakat, sebagai upaya mendorong kegiatan bercocok tanam di rumah, menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan setiap minggu sebagai salah satu cara mendukung UMKM dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Kota Metro, Pipi Puspitasari menjelaskan, kegiatan Pasar Tani Metro Bahagia kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia.
“DKP3 berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PKK, FOI (Foodbank of Indonesia), dan kecamatan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, seperti Gerakan Pangan Murah dan Gertapaga dengan membagikan 500 hingga 1.000 bibit cabai gratis di setiap acara. Target pembagian bibit mencapai 2.000 hingga 5.000 bibit setiap bulan. Selain itu, pihaknya juga melaksanakan Gerakan Selamatkan Pangan dengan membagikan buah potong gratis, bekerja sama dengan FOI Metro, untuk menggugah kesadaran masyarakat agar tidak boros pangan,” jelasnya.

Menurut dia, kegiatan Teras Pangan Lokal bersama TP PKK Kota Metro juga menjadi daya tarik tersendiri, dengan menampilkan demo masak berbasis bahan pangan lokal seperti ubi ungu. Produk-produk UMKM turut ditampilkan untuk menarik minat masyarakat membeli hasil olahan lokal.
Ia juga mengungkapkan bahwa minggu depan pihaknya akan membagikan banner kampanye Stop Boros Pangan secara khusus kepada restoran-restoran yang ada di Kota Metro sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pengurangan limbah pangan di sektor kuliner.
Pipi menegaskan bahwa pemborosan pangan sering kali terjadi mulai dari hal sederhana, seperti sisa nasi di piring, yang jika dikalikan dari individu hingga jutaan orang akan menghasilkan limbah pangan dalam jumlah besar. (ADV)
