Cegah DBD, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Metro Turun Langsung ke Rumah Warga

0
37

Jejamo.com, Kota Metro — Pemerintah Kota Metro menunjukkan komitmennya dalam pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan turun langsung ke lapangan. Wali Kota H. Bambang Iman Santoso dan Wakil Wali Kota Dr. M. Rafieq Adi Pradana menyambangi rumah-rumah warga untuk meninjau potensi sarang nyamuk, Jumat (16/5/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), yang dikombinasikan dengan program satu rumah satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Program tersebut mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Saat meninjau rumah warga di Kelurahan Banjarsari, Metro Utara, Wakil Wali Kota Rafieq menekankan bahwa pencegahan merupakan kunci utama menekan angka kasus DBD.

“Banyak pot bunga berisi air, saluran tersumbat, dan bak mandi yang tidak dikuras. Semua itu bisa menjadi tempat berkembangnya nyamuk,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa nyamuk DBD berkembang biak di air bersih, bukan air kotor. Oleh karena itu, pengawasan harus menyeluruh dan berkelanjutan.

“Target kita tahun depan, angka DBD di bawah 100 kasus. Itu butuh kerja bersama,” tegasnya.

Rafieq juga menyoroti lemahnya sosialisasi kader Jumantik di beberapa wilayah. Ia mendorong pendekatan berbasis bukti agar edukasi kepada warga lebih terukur.

“Sosialisasi harus bisa dibuktikan, misalnya dengan tanda tangan warga yang menerima penyuluhan. Itu jadi bahan evaluasi kami,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Metro memimpin gerakan serentak PSN di Perumahan Prasasti bersama kader lingkungan dan petugas kesehatan. Ia menyatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat harus menjadi dorongan bagi warga untuk hidup bersih dan sehat.

“Kegiatan ini tidak boleh hanya seremonial. Pemerintah harus hadir nyata, camat dan lurah harus aktif mengawal upaya ini,” kata Bambang.

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, mulai dari kader Posyandu hingga RT dan RW, untuk mendeteksi potensi genangan air yang menjadi sarang nyamuk.

“Lingkungan yang terlihat bersih belum tentu aman dari DBD. Ini tugas bersama, bukan hanya Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Metro menargetkan peningkatan kewaspadaan dan peran aktif masyarakat agar ancaman DBD dapat ditekan secara berkelanjutan. (*) (Advertorial)