
Jejamo.com, Bandar Lampung – Pencegahan penyebaran virus corona terus dilakukan Lembaga Kemanusiaan ACT Lampung.
Minggu (22/3) warga Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang mendapatkan materi tentang virus corona dan upaya pencegahan penularan.
Seratus peserta yang terdiri anak-anak dan dewasa mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar serta simulasi social distancing dengan memberi jarak satu meter antarkursi.
Dengan simulasi tersebut diharapkan dapat menjadi acuan ketika bersosial dalam masyarakat.
Kepala Program ACT Lampung Regina Locita Pratiwi mengatakan kegiatan penyemprotan juga dilakukan relawan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Penyemprotan menggunakan disinfektan yang cocok untuk mengendalikan bakteri maupun virus.
Penyemprotan lebih difokuskan pada tempat umum seperti balai pertemuan umum (BPU), Musala Nurul Iqrom, Mussala Nurul Islam, Balai Pertemuan Pelelangan serta Masjid Baitul Rohmah.
Selain itu relawan juga menyemprot beberapa kafe yang berada di area implementasi. Menurutnya, dampak dari aksi tersebut bermanfaat untuk lebih dari 600 kepala keluarga.
Masih lanjut Regina, aksi juga melibatkan beberapa komunitas di antaranya Komunitas TDA Bandar Lampung, Komunitas Langkah Relawan dan Pemuda Risma.
Aksi berikutnya penyemprotan di Kampung Pemandangan Kelurahan Way Lunik Kecamatan Panjang. Lokasi penyemprotan menyasar Mushola Al Muhajirin, Balai Pertemuan Kampung Sawah dan pos keamanan Way Lunik. Aksi tersebut berdampak pada 350 kepala keluarga di wilayah tersebut.
“Warga sangat antusias mengikuti edukasi social distancing, setelah itu relawan juga membagikan susu dan roti, untuk tambahan nutrisi mereka,” pungkasnya. [Hermawan Wahyu Saputra]
