HomeBandar LampungHardiknas, Taman Siswa Telukbetung Hendak Kembalikan Pendidikan Karakter Anak Bangsa

Hardiknas, Taman Siswa Telukbetung Hendak Kembalikan Pendidikan Karakter Anak Bangsa

Ki Sabardi. (Esha Enanda/Jejamo.com)

Jejamo.com, Bandar Lampung – Menyambut Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2018 sekaligus menandai kelahiran Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa, Yayasan Pendidikan Taman Siswa Telukbetung ingin mengembalikan konsep pendidikan budi pekerti bagi para siswa-siswinya yang seolah hilang termakan zaman. Rabu, 2/5/2018

Ki Sabardi, Panitera sekaligus Kabid Organisasi Yayasan Taman Siswa Telukbetung, mengatakan dalam rangka memeriahkan Hardiknas pihak yayasan telah mengadakan rangkaian kegiatan dimulai sejak tanggal 26 April 2018 yang lalu dengan tajuk Hari Bhakti Taman Siswa.

Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan hari wafatnya Ki Hajar Dewantara itu mengagendakan ziarah ke makam pejuang Taman Siswa di Lampung, pembagian santunan dan bingkisan bagi para pensiunan guru, doa bersama, serta ditutup dengan upacara Hardiknas.

“Mungkin banyak yang belum tahu, tanggal 26 April itu wafatnya Ki Hajar Dewantara, peringatan Hardiknas sudah kita mulai sejak hari itu sebenarnya,” kata dia.

Menyikapi momentum Hardiknas, Ki Sabardi menuturkan, pihak Taman Siswa pada dasarnya melihat pendidikan budi pekerti yang berhubungan dengan etika dan sopan santun lebih penting untuk diperhatikan tanpa mengesampingkan pentingnya pendidikan akademis.

Ki Sabardi juga mengaku sedih melihat generasi muda zaman sekarang sebab sudah jauh berkurang dalam hal pengamalan budi pekerti.

Menurutnya tetap harus ada keseimbangan antara kecerdasan siswa serta budi pekertinya, jika tidak bangsa ini akan memiliki generasi penerus yang melampaui batas dan norma.

Ide atau gagasan mendirikan yayasan pendidikan Taman Siswa pertama kali muncul untuk menjawab sistem pendidikan yang dianggap tidak mencerminkan karakter bangsa.

Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1922 berdirilah Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara. Taman berarti tempat bermain atau tempat belajar dan Siswa berarti murid. Ketika pertama kali didirikan,Taman Siswa ini diberi nama National Onderwijs Institut Taman Siswa.(*)

Laporan Esha Enanda, Wartawan Jejamo.com

FOLLOW US ON:
Peringatan Hardiknas
Pemenang Lomba Sekol
Rate This Article:
NO COMMENTS

Sorry, the comment form is closed at this time.