PILGUB LAMPUNG: Debat Publik II, Semua Pasangan Keluarkan Jurus Andalan

Debat Publik II cagub-cawagub Lampung. | Esha Enanda/Jejamo.com
Jejamo.com, Bandar Lampung – Pasangan calon nomor urut 2, Herman HN-Sutono mengakui memiliki 8 jurus ampuh dalam pengelolaan reformasi birokrasi di Provinsi Lampung jika terpilih sebagai pasangan gubernur dan wakil gubernur 27 Juni 2018 mendatang.
Hal itu disampaikan langsung oleh pasangan ini ketika mengikuti Debat Publik Kedua Pilgub Lampung 2018 yang bertempat di Ballroom Novotel Lampung, 28/4/2018
Adapun 8 jurus ampuh tersebut sebagaimana diutarakan Sutono, antara lain, pembangunan infrastruktur, pembangunan sumber daya, kesejahteraan pegawai, efisiensi anggaran, optimalisasi sistem pengawasan, akuntabilitas, keteladanan kepemimpinan, dan E-goverment
Menyikapi gagasan tersebut, pasangan Arinal-Chusnunia mengakui memiliki gagasan yang lebih sedeerhana dari kompetitornya itu.
Chusnunia yang akrab disapa Nunik bahkan mengklaim hanya membutuhkan satu kunci sukses saja untuk memastikan pengelolaan birokrasi yang reformis. Kunci sukses yang dimaksud adalah pelayanan publik dengan hati.
Bagi pasangan ini reformasi birokrasi akan bisa diterapkan jika birokrat menghayati perannya sebagai pelayan publik dengan sepenuh hati.
Sementara itu pernyataan yang agak sedikit menyentil justru dilontarkan oleh Ahmad Jajuli yang tampil elegan dengan balutan setelan jas putih beraksen abu-abu. Ahmad Jajuli mengatakan dirinya meyakini kesuksesan pengelolaan birokrasi harus dimulai dengan sistem yang murah dan tidak mahal.
Pernyataannya tersebut dilandasi pemahaman jika sistem yang mahal justru akan memicu KKN di dalam tubuh birokrasi. Oleh karena itu, ia menyarankan agar lebih selektif merekrut tenaga honorer jika tidak terlalu dibutuhkan.
Tak mau kalah pasangan Ridho-Bachtiar juga mendalilkan 5 indikator yang menurutnya sangat mempengaruhi reformasi birokrasi, seperti halnya kualitas pelayanan, transparansi, akuntabel, partisipatif, serta berkeadilan.(*)
Laporan Esha Enanda, Wartawan Jejamo.com