

Jejamo.com, Bandar Lampung – Tak punya uang untuk pulang ke Lampung usai pergi ke Bali dua wanita ini nekat mejual kamera yang disewanya dari penyewaan kamera digital di Rajabasa, Bandar Lampung.
Kedua pelaku yakni, Kartika (22), warga kecamatan Tanjungkarang Pusat dan Mona (24) warga Kecamatan Telukbetung Selatan.
Kapolsekta Kedaton Kompol Bismark mengatakan, modus yang digunakan kedua pelaku yaitu dengan cara berpura-pura menyewa kamera dengan menggunakan identitas palsu.
“Setelah mendapat kamera kedua pelaku membawanya ke Bali. Namun, selama dua hari di Bali pelaku tidak memiliki uang untuk ongkos pulang ke Lampung,” ujarnya kepada Jejamo.com, di Mapolsekta Kedaton, Senin, 19/2/2018.
Karena, tidak memiliki uang untuk pulang ke Lampung, Kata Bismark, keduanya kemudian menjual kamera yang disewanya tersebut. “Dari pengakuan keduanya, satu unit kamera itu di jual di Bali seharga Rp1,2 juta untuk biaya ongkos ke Lampung,” kata dia.
Dia mengungkapkan, dari hasil pengakuan pelaku pergi ke Bali dijanjikan seseorang untuk bekerja di rumah makan. Namun, sesampainya di sana mahal hendak dipekerjakan di tempat prostitusi.
“Mereka ini diiming-imingi kerja di rumah makan di Bali tapi sampai sana pekerjaan itu tidak sesuai, keduanya malah bekerja di tempat prostitusi,” paparnya.
Ia menambahkan, Dari pelaku polisi mengamankan satu unit kamera digital merk Fuji film, satu buah lensa kamera. “Akibatnya korban mengalami kerugian senilai Rp. 20 juta, atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 372 KHUP dengan acaman 4 tahun penjara,” ungkapnya.
Sementara itu, Mona, salah satu pelaku mengaku, nekat menjual kamera tersebut karena kebutuhan dana untuk biaya pulang ke Lampung.
“Awalnya kami dijanjikan seseorang bekerja di Bali, katanya kerja di rumah makan, gak tahunya sampai sana malah dipekerjakan ditempat esek-esek,” ujarnya.
Karena tidak mau berkerja di tempat seperti itu, kata Mona, dirinya bersama rekannya ingin pulang. Namun, dia tidak memiliki ongkos.”Jadi kami terpaksa menjual kameranya karena gak punya uang mau pulang ke Lampung,” pungkasnya.(*)
Laporan Andi Apriyadi, Wartawan Jejamo.com