Skor IQ Bocah 11 Tahun Ini Kalahkan Albert Einstein dan Stephen Hawking

0
62
Kian Hamer, from Coventry, who at age 11 has joined MENSA after scoring the maximum score of 162 on their IQ test, placing him in the top one percent nationally. See NTI story NTIMENSA. An 11-year-old boy has become one of youngest ever members of Mensa - after scoring an IQ higher than Albert Einstein and Professor Stephen Hawking. Brainbox Kian Hamer registered a maximum 162 on the Cattell III B paper - two points higher than the geniuses. High-IQ society Mensa sent a letter to his home last week confirming the schoolboy is among the top one per cent of intelligent people in the WORLD. But despite being placed in the "genius" bracket Kian's main ambition when he gets older is to become a professional footballer. Kian, of Coventry, West Mids., took the test under supervised conditions at Woodlands Academy along with his Year 7 classmates last month.
Kian Hamer, 11 tahun menjadi bocah dengan skor IQ mengalahkan Albert Einstein dan Stephen Hawking. | Dailymail.com

Jejamo.com – Mensa International, sebuah organisasi dengan orang IQ [intelligence quotient] tinggi mengangkat seorang bocah 11 tahun menjadi salah satu anggota termuda mereka, setelah mencatat skor IQ lebih tinggi daripada Albert Einstein dan Stephen Hawking.

Bocah laki-laki bernama Kian Hamer itu meraih skor maksimal 162 dalam tes IQ Cattell III B atau 2 poin lebih tinggi daripada Einstein dan Hawking.

Mensa telah mengirim surat ke rumah bocah tersebut pekan lalu untuk mengkonfirmasi pelajar sekolah dasar itu termasuk dalam kelompok 1 persen orang paling pintar di dunia.

Namun, meski berpredikat genius, cita-cita Hamer terbilang sederhana, yaitu menjadi pemain sepak bola profesional. Hame yang berasal dari Coventry menjalani tes IQ tersebut sebulan lalu di bawah pengawasan di Woodlands Academy bersama dengan tujuh teman sekelasnya.

Senin kemarin, Hamer, yang bermain di tim U-12 Coventry City, mengatakan, “Saya bangga meraih skor yang sangat bagus tersebut, dan saya sangat senang bergabung dengan Mensa. Saya selalu bekerja paling keras dalam segala hal yang saya lakukan, dan saya selalu siap menghadapi tantangan,” ujarnya.

“Namun saya tetap ingin menjadi pemain sepak bola profesional saat dewasa nanti. Saya suka bermain sepak bola.”

Sang ayah yang berusia 43 tahun, Rich Hamer, yang bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran, menambahkan: “Ia memang pintar, tapi saya tak menyebutnya genius. Saya ingin ia tetap berpijak di bumi,” kata Rich.

Rata-rata orang dewasa memiliki skor IQ 100, sedangkan skor IQ di atas 140 dianggap sebagai seorang genius. Mensa memiliki 110 ribu anggota di seluruh dunia. Hanya delapan persen anggotanya yang berusia di bawah 16 tahun dan hanya ada 35 persen wanita.

Tes IQ Cattell III B terdiri atas 150 pertanyaan yang menilai pemahaman teks. Nilai maksimalnya adalah 161 untuk orang dewasa dan 162 untuk yang berusia di bawah 18 tahun.(*)

Tempo.co