Jejamo, Metro – Suasana haru dan bangga mewarnai apel penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 86 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemerintah Kota Metro, Senin (16/6/2025). Namun di balik sorak-sorai kebahagiaan, Wali Kota Metro, H. Bambang Iman Santoso, melontarkan peringatan keras: “Masa orientasi satu tahun ini adalah ujian nyata. Salah langkah, SK bisa dicabut!”
Dalam amanat tegasnya, Bambang menegaskan bahwa status CPNS bukan jaminan menjadi PNS tetap. “Saya tidak ingin ada ASN baru yang justru merusak citra birokrasi. Kalau moral rusak, BKPSDM akan bertindak. Jangan harap dilantik!” ujarnya di hadapan para CPNS yang mengenakan pakaian korpri rapi.
Wali Kota yang dikenal dengan kepemimpinan tegas dan bernapas spiritual ini juga menyelipkan pesan mendalam: “Jadikan kerja sebagai ibadah. Rezeki bukan hanya gaji, tapi juga kesehatan dan kepercayaan masyarakat.

Wakil Wali Kota, Dr. M. Rafieq Adi Pradana, turut mengingatkan bahwa menjadi ASN adalah amanah. “Kota Metro bebas utang dan mampu beri insentif, tapi balaslah dengan kinerja terbaik. Jangan sampai kalian justru terjerumus dalam budaya ‘ABS’ (Asal Bapak Senang) atau malas melayani!” tegasnya.
Sekda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo, menambahkan bahwa 86 CPNS ini adalah hasil seleksi ketat dari ribuan pelamar. “Mereka masih dalam masa percobaan. Jika kedapatan tidak disiplin, melanggar aturan, atau kinerja buruk, SK bisa dibatalkan,” jelasnya.

Masa orientasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan “ujian integritas”. Para CPNS akan dipantau ketat, bukan hanya dari sisi teknis, tapi juga mentalitas dan komitmen melayani masyarakat.
“Kalian harus jadi obor perubahan. Jika bisa memengaruhi ASN lama untuk berbenah, barulah kalian layak disebut ASN hebat,”tandas Bambang di akhir arahan, disambut tepuk tangan meriah.
Kini, bola ada di tangan 86 CPNS tersebut. Apakah mereka akan menjadi generasi baru birokrat yang membawa angin segar, atau justru terkontaminasi penyakit birokrasi lama? Satu tahun ke depan akan menjawabnya.(*)[Advertorial]
