Dirut dan Kabid Keperawatan RSUD A.Yani Metro Diduga Mobilisasi Anggota IBI Jelang Muscab

0
460

Jejamo, Metro – Direktur dan Kepala Bidang Keperawatan RSUD A.Yani Kota Metro diduga memobilisasi, para anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Metro menjelang Muscab yang akan diselenggarakan pada pekan depan.

Dugaan ini muncul, setelah adanya isu tentang adanya “sosok titipan” menjadi sorotan dan memicu perdebatan internal IBI Metro, dan informasi kedatangan Istri wakil walikota Metro Nidia Irine Sari, mengunjungi RSUD A.Yani ke sebuah ruangan bagian kebidanan, diduga bersama sejumlah anggota IBI Metro.

Saat mengkonfirmasi Direktur RSUD A.Yani Metro dr. Fitri Agustina menyangkal tuduhan tersebut, menurutnya dirinya tidak mengetahui kedatangan Istri wakil walikota Metro ke rumah sakit, atau ikut serta dalam persoalan IBI Kota Metro.

“Saya kurang tau juga, mungkin mau bezoek pasien, Trkait kabid keperawatan barusan saya konfirmasi, dia semalam gak ke rumah sakit,” Kata Fitri kepada Jejamo.com, Kamis 26/6/2025.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Jenderal Ahmad Yani Metro Oktarina Handayani, memilih diam dan tidak merespon saat dikonfirmasi.

Salah satu anggota IBI Kota Metro yang enggan disebutkan namanya, membenarkan adanya dugaan mobilisasi sejak sepekan lalu, untuk memunculkan figur bakal calon ketua IBI Kota Metro.

“Sebenarnya saya tidak terlalu fokus tentang itu ya, saya hanya fokus tentang pekerjaan saya saja, tapi seminggu kesini, rumor pe mobilisasi itu ada, terutama setelah musyawarah untuk musda, tapi untuk membenarkan rumor itu, saya tidak berani menyebutkan, tapi infonya ada.” Ucapnya.

Kedatangan istri wakil walikota Metro itu, diduga ada hubungannya dengan adanya dugaan, sosok titipan bakal calon ketua IBI Metro yang dikabarkan yakni Tri Imawati.

“Nah semalam itu saya dapat telpon bu Okta Kabid Keperawatan kami, dia menyampaikan itu bawa nama direktur, sebelum jam setengah delapan saya disuruh ke ruangan bersalin menginstruksikan, katanya ada ibu wakil walikota, tapi saya gak tau pasti bener apa tidak.

Tapi bu wakil itu merupakan salah satu calon, rencananya saya itu mau dikondisikan disitu, tapi karena udah bubar karena ada kabar bakal ada wartawan dateng, gak jadi ahirnya.

Tapi memang malem itu saya ditunggu, karena saya dapet intruksi, ada ibu wakil walikota dan mungkin saya diminta menginstruksikan untuk memilih salah satu calon, tapi kalo saya gak perduli intruksinya suruh milih siapa, saya tetap milih sesuai hati nurani aja.”tegasnya(*)[Abid]