Jejamo, Metro – Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kota Metro, ketegangan mulai muncul di kalangan anggota. Isu tentang adanya “sosok titipan” menjadi sorotan dan memicu perdebatan internal.
Sejumlah bidan anggota IBI menyatakan kekhawatiran mereka terkait dugaan upaya memasukkan figur tertentu ke dalam jajaran kepengurusan baru tanpa proses seleksi yang objektif.
“Kami mendengar ada calon yang diusung oleh pihak tertentu, tadi istri Wakil Walikota dateng ke ruang diskusi kebidanan, saya juga dihubungi kepala kebidanan, sepertinya ada intruksi untuk kesana, karena menggu depan IBI Metro Muscab, sepertinya memang kedatangan Bu Wakil dugaannya mau memobilisasi, memunculkan satu sosok untuk dipilih,”ungkap seorang bidan yang enggan disebutkan namanya. Rabu 25/6/2025.
Narasumber juga yang enggan disebutkan namanya itu, ada dugaan tindakan intervensi oleh oknum, agar para anggota memilih salah satu figur yang diduga menjadi titipan, saat muscab IBI kota Metro yang akan digelar pekan depan.
“Sudah ada beberapa informasi, adanya intervensi, saya sempat dapat undangan, dan dihubungi oleh oknum, namun tiba-tiba dibatalkan, saya menduga arahnya kesitu, karena kabarnya, beberapa anggota juga sudah mendapatkan adanya dugaan intervensi itu, diarahkan untuk memilih salah satu calon.”Ucapnya.
Sementara itu, saat mengkonfirmasi Oktarina Handayani, Kepala Bidang Keperawatan RSUD Ahmad Yani Metro, terkait kedatangan Istri Wakil Walikota, diduga berupaya melakukan mobilisasi sejumlah bidan jelang muscab, untuk memilih salah satu calon, enggan memberikan penjelasan.
“Info darimana.” Singkatnya.
Jika benar ada sosok titipan yang masuk tanpa proses yang fair, dikhawatirkan akan terjadi penurunan kepercayaan anggota, terhadap kepengurusan baru. Hal itu juga dapat mempengaruhi Fragmentasi atau perpecahan internal yang dapat melemahkan soliditas IBI Kota Metro, dan mengganggu program kerja organisasi jika kepemimpinan tidak diakui secara luas.(*)[Abid]
