540 Pekerja THL Kota Metro Gelar Aksi Demo Besok, Tuntut Janji Kesejahteraan

0
321

Jejamo.com, Metro – Sebanyak 540 orang Tenaga Harian Lepas (THL) non-database di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersiap menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada besok hari. Aksi ini menjadi puncak dari kekecewaan mereka yang menyatakan diri sebagai korban dari kebijakan pemerintah yang dianggap semena-mena dan ingkar janji.

Aksi demo ini dipicu oleh keputusan pemerintah yang menyatakan bahwa seluruh 540 THL non-database tersebut tidak memenuhi syarat dan akibatnya, mereka terancam kehilangan mata pencaharian. Situasi ini memicu ketegangan yang tajam antara para pegawai honorer dan jajaran pemerintah kota.

Dari surat undangan yang beredar, Aksi ini menjadi bukti nyata retaknya hubungan antara Pemkot Metro dengan para pegawai honorer yang selama ini menjadi tulang punggung operasional di berbagai dinas.

Aksi demonstran ini dinilai, menjadi salah satu kegagalan program utama Wali dan Wakil Walikota Metro, Bambang Iman Santoso dan M.Rafiq Adi Pradana, untuk mensejahterakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer, serta ingkar janji dan mengabaikan nasib ratusan honorer yang telah mengabadi bertahun-tahun.

Dari salah satu group whatsapp yang beredar, Para peserta aksi telah menyusun rencana demonstrasi yang terstruktur. Aksi direncanakan akan bergulir mulai pagi hari Pukul 07.00 WIB: Para peserta akan berkumpul dan memarkir kendaraan di Halaman Masjid Taqwa, yang terletak tepat di depan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pukul 07.30 WIB, Massa akan bergerak melakukan orasi pertama di Bundaran pusat kota, untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada masyarakat luas.

Pukul 08.00 WIB, Aksi akan berlanjut dengan orasi di depan Kantor Wali Kota Metro, sebagai bentuk tekanan langsung kepada eksekutif. Pukul 09.00 WIB, Puncak aksi adalah rencana audiensi, dimana perwakilan demonstran akan menyampaikan langsung tuntutan dan aspirasi mereka kepada Wali Kota Metro beserta jajaran dan anggota DPRD setempat.

Adapun tuntutan yang akan disuarakan yakni Menagih Janji Kampanye Walikota 13 Program Prioritas khususnya di No 3 yang berbunyi Kesejahtraan untuk ASN dan Honorer.

Menuntut Walikota Metro Untuk mengangkat Tenaga Honorer sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu;

Menuntut Wali Kota untuk Mengevaluasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Metro.

Menuntut Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, untuk memasukan seluruh nama honorer non-database ke dalam database resmi sebagai Langkah awal pengakuan dan dasar pengangkatan;

Mendesak Walikota untuk dapat memberikan solusi seperti di Daerah Lainya.

Menuntut Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Metro mengusulkan NIP Bagi THL Non Database;

Menuntut Transparansi dan Profesionalisme dalam Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Mendesak Komisi 1 DPRD Kota Metro untuk Menyurati DPR RI Terhadap Permasalahan Honorer di Kota Metro.

Selain dari Forum THL, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro juga akan ikut bergabung dalam aksi yang akan dilakukan besok, kabar terbaru terlihat dari postingan story akun Whatsapp Pribadi Ketua HMI Kota Metro Adi Herlambang.

Kesiapan aparat keamanan untuk mengawal dan mengamankan jalannya aksi diperkirakan akan dilakukan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Pemkot Kota Metro belum memberikan pernyataan resmi menanggapi rencana demonstrasi dan tuntutan dari ratusan pegawai THL tersebut. Seluruh pihak menantikan apakah dialog pada pukul 09.00 WIB besok akan menghasilkan titik terang atau justru semakin memperlebar jurang ketidakpercayaan antara pemerintah dan para pekerjanya.(*)