Kelambanan RSUD A. Yani Jadi Sorotan Musrenbang 2026

0
39

Jejamo.com, Kota Metro — Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara, Senin (19/1/2026), diwarnai protes warga. Mereka mengeluhkan buruknya layanan RSUD, jalan lingkungan yang masih berupa tanah, hingga persoalan pupuk subsidi.

Keluhan itu disampaikan langsung kepada Pemerintah Kota Metro. Warga menilai persoalan-persoalan tersebut sudah berulang kali diusulkan, namun tak kunjung dituntaskan.

Agus Black, salah satu warga, mengaku kecewa dengan pelayanan di RSUD Jenderal Ahmad Yani. Ia menyebut harus menunggu hingga 10 jam tanpa kepastian ruang perawatan.

“Sekitar 10 jam menunggu, tapi tidak dapat ruangan. Ini urusan nyawa,” kata Agus.

Keluhan lain disampaikan Mustakim, Ketua RW setempat. Ia menyoroti masih adanya jalan lingkungan berupa tanah di wilayah Kota Metro.

“Ini kota, bukan desa. Seharusnya tidak ada lagi jalan tanah,” ujarnya.

Ia menambahkan, usulan perbaikan jalan sudah berkali-kali diajukan, namun belum terealisasi.

Sodri, pamong setempat, menilai persoalan utama ada pada penentuan prioritas pembangunan. Menurutnya, pamong dan perangkat kelurahan paling memahami kondisi lapangan.

“Kami yang tahu persoalan warga sehari-hari. Kami yang tahu mana yang mendesak,” katanya.

Wakil Wali Kota Metro, M. Rafieq Adi Pradana, mengatakan seluruh aspirasi tetap dicatat. Ia menyebut DPRD memiliki peran penting dalam memperjuangkan kebutuhan di daerah pemilihan masing-masing.

“Semua kelurahan minta diprioritaskan. Anggota DPRD punya dapil masing-masing. Tapi semua tetap kami tampung,” ujar Rafieq.

Ia memastikan hasil Musrenbang akan dibawa ke tahapan pembahasan berikutnya. (Mafi)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini