Antisipasi Penyebaran LSD, DPRD Metro Minta Hewan Ternak Punya Surat Keterangan Sehat

0
46
Wakil Ketua
Wakil Ketua I DPRD Kota Metro Basuki saat meninjau kandang kelompok ternak di Kelurahan Iringmulyo, Metro Timur, Kamis, 18/5/2023. | Anggi/Jejamo.com

Jejamo.com, Kota Metro – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Metro mengingatkan pentingnya antisipasi penyebaran penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada hewan ternak menjelang Hari Raya Kurban 2023.

Wakil Ketua I DPRD Kota Metro, Basuki, mendorong Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro untuk proaktif dalam melakukan deteksi dini. Juga penting memberikan edukasi seputar LSD, sekaligus pengentasan wabah agar tak menular ke ternak lainnya guna meminimalisir sebaran LSD di Bumi Sai Wawai.

“Saya minta untuk kawan-kawan yang dari Dinas Peternakan agar bisa mengantisipasi supaya nanti jangan sampai yang kita makan itu justru hewan ternak yang terindikasi LSD. Kita juga harapkan adanya karantina untuk sapi-sapi yang datang dari luar Kota Metro, guna memastikan betul, bahwasannya sapi-sapi itu terindikasi penyakit LSD atau tidak,” kata Basuki saat meninjau kandang kelompok ternak di Kelurahan Iringmulyo, Metro Timur, Kamis, 18/5/2023.

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut Kota Metro menerima sebanyak 500 dosis vaksinasi guna memutus penyebaran LSD. Menurut Basuki, program vaksinasi menjadi ikhtiar penanggulangan penyakit yang ditandai dengan munculnya benjolan di bagian kulit, khususnya pada sapi dan kerbau.

Ia meminta dinas terkait memperketat lalu lintas keluar masuk hewan ternak, khususnya sapi dan kerbau. Basuki juga menegaskan setiap hewan ternak harus mengantongi surat sehat yang dikeluarkan otoritas terkait dan wajib menjalani karantina.

“Untuk mengatasi LSD ini, kemarin sudah dilakukan pengobatan untuk yang terkena LSD dan kita sudah turun juga mendampingi penyaluran sebanyak 500 dosis untuk melakukan vaksinasi,” ungkapnya.

“Meski penyakit LSD ini tidak bisa menular ke manusia, tapi kan kita tetap perlu antisipasi, jangan sampai ini menjadi masalah juga kan? Maka, kita harus memilah-milah, memilih-milih,” lanjutnya.

Diakuinya, DPRD Kota Metro turut prihatin atas wabah LSD yang menyerang hewan ternak tersebut. Pihaknya saat ini tengah menggodok agar pemerintah menggelontorkan anggaran untuk pendanaan pemberantasan LSD.

“Ya, kami merasa kasihan kepada para peternak. Tahun lalu kita sudah kena PMK, ini sekarang sekonyong-konyongkita ada lagi yang baru namanya LSD. Tentunya ini jadi pikiran buat kita-kita juga, karena bisa dibilang ini kan menjadi suatu wabah. Ke depan, nanti bisa kita usulkan dana supaya bisa di-support untuk memberantas LSD ini,” tukasnya.

Berdasarkan catatan Jejamo.com, pendataan yang dilakukan DKP3 Kota Metro per 12 Mei 2023 mencatat sebanyak 106 hewan ternak terjangkit LSD. Kendati penyakit hewan itu sudah mulai merebak di Bumi Sai Wawai, pun situasi tersebut terbilang masih aman dan dapat dikendalikan.(*) (Anggi)