
Jejamo.com, Bandar Lampung – Ketua Solidaritas Sebay Lampung Armayanti Sanusi mengatakan, saat ini banyak pekerja migran Indonesia di luar negeri melalui jalur ilegaI.
Ia menyebut sebanyak 14 ribu yang berkerja di kawasan Asia, 80 persennya perempuan.
“Dari data solidaritas Sebay bersama Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lampung mencatat ada sekitar 14 ribu masyarakat Lampung yang bekerja di luar negeri,” ujarnya, Rabu, (18/12/2019).
Armayanti mengungkapkan, sekitar 40 persen pekerja migran asal Lampung masuk kategori ilegal. Sedangkan 60 persen legal atau resmi.
“Warga Lampung Timur persentasenya menurut data terbanyak, sekitar lima ribu, sisanya dari Lampung Tengah dan Lampung Selatan,” jelasnya.
Dia menambahkan, sampai saat ini pekerja migran telah menyumbangkan devisa kepada negara untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp135 triliun per tahun.
“Tetapi disayangkan pekerja migran selalu dihadapkan dengan kematian dan penjara yang menghantui serta negara ingkar janji,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, massa aksi yang tergabung dalam Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Lampung menggelar aksi damai untuk memperingati Hari Migran Internasional (HMI).
Aksi yang berlangsung di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Rabu, (18/12/2019), massa aksi pun melakukan teatrikal kuburan yang ditaburkan bunga. Itu dilakukan sebagai simbol matinya keadilan bagi buruh migran. [Andi Apriyadi]
