Berita Terkait

3 Comments

  1. 1

    Rizal

    manusia sekarang sudah cerdas, jika di ambil alih oleh orang lain, maka bisa terlacak IP asli disaat ia login, dan ip disaat sebelum berargument dengan saudari Dini tersebut…

    misalkan ip sewaktu belum berargument dengan dini 100.230.XXX.XXX
    maka setelah berargument atau mengeluarkan kata kotor ip tersebut akan terbaca sama 100.230.XXX.XXX

    :) itu saja masukan saya

    1. 1.1

      Yehezkiel

      bro nambahin aja, sama kritik dikit… IP itu ada alamat dalam bentuk angka dari koneksi yang dia pakai, jadi tidak akan semudah itu ngediteck, dan akan membutuhkan proses pengecekan lebih lanjut jika qta ingin mengetahui si doi pake koneksi dengan IP apa, apalagi jika akses fbnnya dia menggunakan bebrapa device dengan koneksi berbeda, otomatis IPnnya berbeda… sekial…. selamat Lebaran semua

  2. 2

    Putra

    Intinya kepolisian sendiri tidak ingin menangani secara serius masalah ini. Selain melacak IP, ada jg saksi ahli bahasa dan karakter tulisan. Banyak lini yg dapat digunakan untuk menentukan siapa yg melontarkan komentar buruk itu. Jika menyimak berita di atas, media jejamo.com pasti tdk sembrono dalam menampilkan data, dan tertulis jelas bahwa si Polisi sempat update status tentang kritik netizen, kemudian si Polisi menghapus contak/akun netizen yg membuntuti dan menuntuk pertanggungjawaban komentar buruknya. Dari prilaku ini saja publik dapat menilai apakah benar akun si Polisi dikendalikan pihak lain. Kalau memang benar dikendalikan pihak lain tentu si pengendali ingin ada dampak buruk bagi Si Pelaku, tidak ada hacker yg tidak memiliki motivasi. Lalu, kenapa si hacker menghapus akun netizen yg menuntut pertanggungjawaban si Polisi? Intinya ini penyelidikan sepele jika serius

Comments are closed.

| Tentang Kami | Term of Use  | Kode Etik | Kontak |

© 2015 - Jejamo Media Mandiri