Berita Terkait

5 Comments

  1. 1

    royal sigokh

    enak diliat( ada pemandangan geratisnya)
    Tapi jelek nilainya,karna merusak tata cara pemakaian tapis itu sendiri,masalah mereka trima atau tidak cara pemakaianya itu urusan mereka yg menilai,yg terpenting kita nmenampilkan keindahan sesuai kearifan lokal kain adat itu sendiri,
    Sebagai ULUN LAMPUNG malu saya melihat pakaian adat asli daerah sy digunakan seperti itu,
    Wanita lampung memakainya tertutup(kalau mau pakai kain adat,belajar juga tata cara pemakaianya,dan bagaimana nilai sosialnya)!!!!

  2. 2

    Moel Yadi

    Perlu digarisbawahi kalimat ‘Pakaian Adat Lampung’.
    Bahwa ini bukanlah pakaian adat lampung sebagaimana waktu pengatin berpakaian atau uparaca adat lampung.
    Pakaian / kostum yg digambar ini adalah pakaian yg bersipat Kontemporer yg bernuansa lampung, jd kostum ini hanya dipakai pada iven ini saja.

  3. 3

    Joni Kampak

    pelecehan budaya lampung…..batalkan kesertaannya.

  4. 4

    Ardian

    Wah..kayak gitu sama aja pelecehan baju adat lampung.
    Saya sebagai masyarakat lampung asli merasa di rendahkan. Oleh pakaian yang fulgar tersebut. Buat desiner ny tolong di rubah pakaian tersebut.

  5. 5

    Emi

    Terlalu kekinian dan karna keseringan mengikuti etika luar negri yg sampai lupa tata cara dan etika budaya indonesia d ganti dgn gaya sama halnya tidak pakai celana,,,boleh sih.memakai pakaian adat tp d sesuaikan dgn etika dan tata krama d indonesia

Comments are closed.

| Tentang Kami | Term of Use  | Kode Etik | Kontak |

© 2015 - Jejamo Media Mandiri