Berita Terkait

One Comment

  1. 1

    Hendri

    NB:
    Setelah sesampainya di RS HANDAYANI,Kami pun ditolak dengan alasan RS HANDAYANI membatasi pasien RPD hanya maksimal 25 orang/hari.ahirnya dengan kecewa & rasa kesal kami pun kembali ke RSUD Ryacudu.sesampainya si RSUD Ryacudu kami menyampai kan keluhan kami,mengapa kami di oper sana,oper sini? apa solusi buat kami? mengapa kami tadi disarankan ke Handayani? Jawaban nya pun sama “Tidak bisa melayani pengobatan & surat Rujukan dikarenakan Dokter tidak ada”.ahirnya dengan Rasa kesal dengan alasan yg tidak masuk di akal,Saya berkata dengan Cukup keras “Tutup-Tutup saja Rumah Sakit ini” yg Rupanya mengundang perhatian para petugas POLISI,SATPAM,PEGAWAI RS & kalau tidak salah HUMAS RS juga.singkat cerita,Ahirnya saya diminta untuk membawa istri saya untuk di periksa.bahkan Mereka yg langsung mengurus Surat Rujukan buat istri saya di Rujuk ke Poli Jantung RSU.DR.H.ABDUL MOELOEK.bahkan Dokter yg menyarankan istri saya ke poli jantung waktu itu ada ditempat,tidak seperti yg dikatakan petugas Ruang PENDAFTARAN & petugas BPJS.semoga ini jadi pembelajaran kita semua.Jangan karna menuntut Hak kita agar terpenuhi,tetapi mengabaikan Hak orang lain/pasien untuk dilayani.trimakasih

Comments are closed.

| Tentang Kami | Term of Use  | Kode Etik | Kontak |

© 2015 - Jejamo Media Mandiri