Berita Terkait

2 Comments

  1. 1

    Eva

    Acara ini benar2 ga pake otak!! Karna ambisi satu org atau ntah oknum mana yg pasti ga pake hati. Kalian ga tau rasanya sampai kalian sendiri yg merasakan ketika anak kalian yg berada disana.. 2500 anak usia 3-5 thn dijemur ditengah2 lapangan bola.. Kalian para pejabat enak2an sambil senyum2 duduk manis di bawah tarup dkt kipas angin…Mereka yg dr kalangan menengah kebawah seperti tidak ada daya untuk berontak meski anaknya sendiri yg jadi korban.. Bayangkan dr beribu2 org disana hanya sy yg berani maju membela anak sy.. Itu berarti apa?? Masyarakat sudah terdoktrin oleh bahasa kejamnya rezim pejabat yg ga punya hati.. Ada rasa ketakutan dlm diri mereka jika mereka harus complain membela anaknya sendiri… Eddan, selamat buat yg punya ambisi untuk membuat rekor muri menyiksa anak2…kalian berhasil

  2. 2

    alean

    iya, memang bagus mendapatkan prestasi Rekor Muri, tapi tahukah yang gak terbersit oleh penyelanggara dan pemerintah kota Metro, bahwa anak-anak itu masih PAUD, sudah datang sejak jam 7 pagi haruskah menanti para pejabat untuk membuka acara jam 10. 3 jam di lapangan stadion tejossari, kepanasan, bahkan ada yang pingsan, ada yang dibawa pulang oleh orang tuanya, sementara para pejabat dan undangan ada di tribun…gak kepanasan demi rekor Muri? apa gak punya hati nurani ya.. anak usia PAUD dipanggang..di lapangan terbuka…

Comments are closed.

| Tentang Kami | Term of Use  | Kode Etik | Kontak |

© 2015 - Jejamo Media Mandiri